Teror Petasan Terjadi, Rumah Pimpinan Redaksi Tiga Media di Jembrana Dilempari Orang Tak Dikenal

oleh -18 views

Jembrana, Bali

Aksi teror kembali menimpa pimpinan redaksi tiga media yang berada di bawah naungan PT Putra Mandiri Multi Media. Kediaman Ahmad Muhtarom, yang beralamat di Banjar Pebuahan RT 06, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, dilempari petasan oleh orang tak dikenal pada Jumat (26/12/2025) dini hari, sekitar pukul 00.04.50 WITA.

Peristiwa tersebut terekam jelas melalui kamera CCTV yang terpasang mengarah ke bagian depan rumah korban. Dalam rekaman itu terlihat tiga orang pelaku berboncengan menggunakan sepeda motor Honda PCX berwarna merah. Para pelaku datang dari arah timur, kemudian sengaja berhenti tepat di depan rumah sebelum salah satu di antaranya melemparkan petasan ke arah dalam pagar rumah.

“Dari rekaman CCTV terlihat jelas, mereka berhenti, melempar petasan ke dalam pagar yang diarahkan ke jendela yang terbuka sebanyak 3 kali ledakan, kemudian pelaku melanjutkan perjalanannya kearah barat kira-kira jarak 10 meter lalu berbalik arah kembali ke timur,” ujar Ahmad Muhtarom saat memberikan keterangan kepada awak media.

Menurut Ahmad, kejadian ini bukan yang pertama kali. Ia mengungkapkan bahwa aksi serupa sudah terjadi dua kali dalam rentang waktu sekitar 10 hari terakhir, dengan pola dan waktu yang hampir sama, yakni pada tengah malam.

“Ini sudah yang kedua kalinya. Selang waktunya sekitar 10 hari. Modusnya sama, waktu dini hari, dan pelakunya juga berboncengan,” ungkapnya.

Ahmad yang juga dikenal sebagai Pimpinan Redaksi Tiga Media sekaligus pemilik PT Putra Mandiri Multi Media di Jembrana menilai aksi tersebut sebagai bentuk teror yang tidak bisa dianggap sepele. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan besar, peristiwa ini menimbulkan rasa takut dan ketidaknyamanan, baik bagi dirinya maupun keluarga.

“Ini jelas mengganggu rasa aman. Apalagi dilakukan berulang kali dan pada jam rawan,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak korban menyatakan sudah mengumpulkan bukti-bukti rekaman CCTV dan menyampaikan dan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat penegak hukum sektor wilayah Nagara agar pelaku dapat segera diidentifikasi dan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Masyarakat sekitar pun berharap pihak kepolisian dapat meningkatkan patroli malam hari, khususnya di wilayah Desa Banyubiru, guna mencegah terulangnya aksi serupa dan menjaga situasi keamanan serta ketertiban masyarakat. (TIM/Red)