Bandar lampung — Ballroom Hotel Emersia seketika berubah menjadi lautan putih saat ribuan kader dan pengurus dari tingkat DPD hingga DPW berkumpul dalam balutan seragam putih serempak, Minggu, (19/4/2026).
Di tengah keriuhan agenda Rapat Kerja Wilayah tersebut, sebuah kejutan politik besar mencuat seiring dengan diperkenalkannya kekuatan baru bagi partai yang kini mengusung logo gajah tersebut. Suasana memuncak ketika Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, secara resmi sebut anggota DPD RI asal Lampung, Bustami Zainudin, dari panggung untuk diperkenalkan sebagai amunisi anyar.
“Kita punya kekuatan baru yaitu pak Bustami, yang siap keliling Lampung, beliau sudah komitmen kepada saya akan all out ke PSI,” seru Kaesang disambut riuh sorak-sorai dan tepuk tangan meriah dari ribuan kader berbaju putih yang memenuhi ruangan.
Kehadiran Bustami seolah mengukuhkan slogan yang diusung dalam acara tersebut yakni ‘Kekuatan Baru Gajah Lampung’, menandai babak baru bagi partai yang kini secara resmi bertajuk Partai Super Tbk. dengan logo gajah merah-hitam yang perkasa.
Langkah politis mantan Bupati Way Kanan ini nyatanya telah dikunci sejak pertemuannya dengan Presiden ke 7 RI, Joko Widodo, di kediamannya di Sumber, Solo, pada awal Maret lalu. Bustami yang merupakan sahabat lama Jokowi sejak era Wali Kota dan Bupati ini mengaku mendapat pesan khusus untuk tidak bicara soal pensiun.
“Pak Jokowi meminta kepada kita, kita ini jangan pernah bicara soal pensiun karena negara ini selalu membutuhkan regenerasi dan orang-orang berpengalaman,” ujar Bustami menirukan pesan sang mantan presiden.
Bustami menegaskan bahwa pilihannya ke Partai Super Tbk. adalah demi menjaga kesinambungan program pro-rakyat ala Jokowi. Ia juga membawa misi besar untuk menjaga soliditas pemerintahan ke depan.
“Pak Jokowi berharap Dwi Tunggal Prabowo Gibran ini harus tuntas bekerja. Kita harus kompak, jangan ribut antara presiden dan wakilnya, atau gubernur dengan wakilnya. Di tengah geopolitik dunia yang bermasalah, kata kuncinya adalah soliditas,” tegasnya.
Dua periode duduk di kursi DPD RI rupanya menyisakan rasa frustrasi bagi sang senator. Bustami mengaku ingin berpindah haluan dari wakil daerah menjadi wakil rakyat melalui jalur DPR RI pada Pemilu 2029.
Alasannya cukup menohok: ia jengah dengan keterbatasan wewenang lembaga senator yang menurutnya hanya sebatas pengawasan tanpa taji eksekusi.
“Kewenangan DPD itu nggak bisa melebihi undang-undang yang ada. Kita banyak melihat aspirasi, tapi nggak bisa ngapa-ngapain. Tugasnya cuma melihat, mendengar, mencatat, dan melaporkan. Itu tok! Eksekusinya ada di DPR dan eksekutif,” ujarnya.
Keterbatasan itulah yang membuatnya memilih Partai Super Tbk. sebagai kendaraan baru. Menurutnya, partai ini memiliki platform yang sejalan dengan mimpinya untuk Indonesia, sekaligus menjadi wadah bagi anak muda yang merupakan pemegang suara mayoritas di masa depan.
Meski berstatus politikus kawakan, Bustami mengaku tak merasa canggung berada di tengah ribuan kader milenial berbaju putih. Sebagai Ketua Persatuan Artis Musik Melayu-Dangdut Indonesia (PAMMI) Lampung, ia justru merasa mendapatkan transfusi energi baru.
“Darah itu berubah jadi darah muda lagi. Seperti lagunya Rhoma Irama, Darah Muda!” kelakarnya.
Namun, ia mengingatkan para kader bahwa politik bukan tempat jual beli, melainkan pengabdian yang butuh kerja keras. Ia membocorkan resep suksesnya yang ia sebut sebagai Ilmu Tuhan.
“Ilmunya sederhana, pakai ilmu salat lima waktu. Ketemu Allah saja lima kali sehari. Kalau tiap hari kita ketemu lima orang atau lima komunitas, bayangkan selama tiga tahun akan ketemu berapa puluh ribu umat,” jelasnya.
Ia mewanti-wanti kader agar tidak bekerja secara instan atau hanya muncul di ujung main.
“Jangan ditunggu di meja, temui orang setiap hari. Orang memilih itu karena sudah bertemu dan bicara, karena kita akan jadi penyambung lidah mereka,” pungkasnya.
(TIMRED_DPDPPWI)






