Setelah Viral, Proyek Penahan Tebing Tanjung Bulan Diperbaiki, Warga Nilai Hanya Ditambal dan Tak Puas Minta Investigasi APH

oleh -68 views

OGAN ILIR

Proyek penahan tebing tanah di ruas jalan provinsi, Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, kembali menjadi sorotan setelah sebelumnya viral karena kondisi bangunan yang retak, keropos, dan dikhawatirkan terancam ambruk.

Kini, di lokasi terlihat dua pekerja melakukan penambalan dengan menambahkan adukan semen pada celah dan rongga pondasi yang sebelumnya terlihat minim semen. Namun, warga mempertanyakan apakah perbaikan tersebut mampu memperkuat struktur secara keseluruhan.

Pasalnya, berdasarkan kondisi yang terlihat di lapangan, kerusakan tidak hanya terjadi pada satu titik. Warga menyebut sebagian besar bagian dinding penahan mengalami retakan dan keropos. Mereka juga mempertanyakan konstruksi bangunan yang dinilai tidak menggunakan tulangan besi sebagai penguat.

Warga menilai jika kerusakan struktur memang sudah cukup parah, penambalan permukaan saja tidak cukup. Diperlukan pemeriksaan teknis dan perbaikan menyeluruh agar bangunan benar-benar mampu menahan tekanan tanah, terutama saat musim hujan.

Salah seorang warga, Paisal Usman (50), menegaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan saat ini lebih terlihat sebagai penambalan daripada perbaikan menyeluruh.

“Ini bukan perbaikan, hanya penambalan. Bagian yang keropos ditutup lagi dengan semen. Kami khawatir saat musim hujan nanti kembali rusak bahkan bisa ambruk,” ujarnya.

Kekhawatiran warga semakin serius karena di sekitar proyek juga terdapat retakan pada badan jalan dan kondisi kemiringan tanah yang dinilai cukup mengkhawatirkan. Jika dinding penahan gagal menahan tekanan tanah, warga khawatir dapat terjadi longsor yang mengancam keselamatan masyarakat maupun pengguna jalan.

Karena itu, masyarakat Desa Tanjung Bulan dan sekitarnya meminta pemerintah serta instansi yang bertanggung jawab segera melakukan investigasi dan pemeriksaan teknis secara menyeluruh, bukan sekadar melakukan penambalan pada bagian yang terlihat rusak.

Warga menegaskan, proyek yang menggunakan anggaran negara harus benar-benar memenuhi standar konstruksi dan mengutamakan keselamatan masyarakat. Jangan sampai perbaikan dilakukan hanya untuk menutupi kerusakan yang terlihat, sementara persoalan struktur utamanya belum benar-benar diselesaikan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait maupun pelaksana proyek belum memberikan klarifikasi mengenai kualitas pekerjaan, metode perbaikan, serta langkah untuk memastikan keamanan bangunan tersebut.

Laporan: Ketua Tim Pewarta Ogan Ilir Indonesia