Danrem 044/Gapo: Cetak Sawah Harus Segera Ditanami agar Langsung Dimanfaatkan Petani

oleh -408 views

OKI

Komandan Korem 044/Garuda Dempo (Gapo), Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M., menegaskan program Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun Anggaran 2026 harus berorientasi pada percepatan pemanfaatan lahan. Hal itu disampaikannya saat meresmikan kegiatan tanam perdana di lahan cetak sawah Desa Pangkalan Lampam, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Jumat (21/8/2026).

Tanam perdana tersebut dilaksanakan di atas lahan sekitar 40 hektare yang merupakan bagian dari program kerja sama Kementerian Pertanian RI dengan TNI, dalam hal ini Korem 044/Gapo, untuk mendukung peningkatan produksi pangan dan ketahanan pangan nasional.

Danrem menekankan, pola pelaksanaan tidak harus menunggu seluruh hamparan selesai dikerjakan. Lahan yang telah selesai diolah dapat langsung ditanami dan selanjutnya dimanfaatkan masyarakat.

“Setelah selesai diolah, langsung kita tanam dan kemudian dimanfaatkan masyarakat. Harapannya, cetak sawah ini tidak harus menunggu satu hamparan selesai seluruhnya, tetapi setiap bagian yang sudah siap dapat segera ditanami,” demikian inti arahan Danrem dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, pola tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat realisasi program sekaligus memastikan lahan hasil cetak sawah memberikan manfaat nyata bagi petani.

Korem 044/Gapo pada 2026 memang kembali mendapat peran dalam program cetak sawah rakyat di sejumlah kabupaten di Sumatera Selatan. Program tersebut diarahkan untuk memperluas areal tanam sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.

Perwakilan Kementerian Pertanian, Yong Farmata, mengatakan kegiatan tanam perdana merupakan bagian penting dari rangkaian program cetak sawah. Menurutnya, keberhasilan program tidak berhenti pada pembukaan lahan, tetapi harus dilanjutkan hingga lahan benar-benar produktif.

Ia menjelaskan, pemerintah juga menyiapkan skema lanjutan melalui Brigade Pangan, sehingga petani yang mengikuti program cetak sawah tidak hanya memperoleh lahan, tetapi juga didorong mendapatkan dukungan sarana produksi dan mekanisasi pertanian.

Dukungan tersebut antara lain berupa traktor, rice transplanter, drone pertanian, pompa air hingga combine harvester. Skema Brigade Pangan memang dirancang untuk meningkatkan efisiensi budidaya, produktivitas serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan lahan pertanian.

“Petani tidak perlu khawatir. Yang penting lahan sudah ditanam dan terus mengikuti program ini karena akan ada dukungan berikutnya,” ujarnya.

Kebutuhan terhadap alsintan menjadi salah satu perhatian karena luas lahan yang digarap terus bertambah. Data Kementerian Pertanian menunjukkan Sumatera Selatan termasuk daerah dengan dukungan Brigade Pangan dan alokasi alsintan yang cukup besar, termasuk traktor dan rice transplanter.

Sementara itu, Komandan Kodim 0402/OKI-OI, Letkol Inf. Gunawan Wibisono, S.H., mengatakan pihaknya akan terus melakukan pengawalan terhadap program tersebut, mulai dari proses pengolahan lahan hingga tahap penanaman.

Menurutnya, tanam perdana menjadi awal agar program cetak sawah dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat langsung kepada kelompok tani di wilayah tersebut.

“Harapannya setelah kegiatan ini dilanjutkan, program bisa terus berjalan,” ujarnya.

Dukungan juga disampaikan Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten OKI, Ir. Man Winardi. Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten OKI mendukung percepatan cetak sawah dan penanaman sebagai bagian dari upaya menambah luas tanam serta meningkatkan produksi pertanian.

Ia mengatakan, meskipun kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) OKI menghadapi keterbatasan, sektor pertanian tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Dukungan melalui penyediaan benih, pupuk dan sarana produksi pertanian tetap diupayakan sesuai kemampuan anggaran.

“Pemerintah daerah tetap hadir dan peduli terhadap kesejahteraan petani, karena sektor pertanian merupakan salah satu sumber mata pencaharian terbesar masyarakat OKI,” katanya.

Program cetak sawah di Sumatera Selatan sendiri diarahkan tidak sekadar menghasilkan luasan sawah baru, tetapi memastikan lahan tersebut segera produktif. Pendekatan tersebut sejalan dengan kebijakan percepatan peningkatan indeks pertanaman dan modernisasi pertanian melalui mekanisasi serta Brigade Pangan.

Dengan tanam perdana sekitar 40 hektare di Pangkalan Lampam, sinergi antara TNI, Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Pemerintah Kabupaten OKI dan kelompok tani diharapkan mampu mempercepat pemanfaatan lahan cetak sawah sekaligus memperkuat produksi pangan di wilayah OKI. (rls/Tim Redaksi PPWI)