Jelang Kunjungan Danrem, Dandim 0402/OKI Pastikan Lahan Cetak Sawah Pangkalan Lampam Siap Ditanami

oleh -360 views

OKI

Komandan Kodim (Dandim) 0402/OKI, Letkol Inf. Gunawan Wibisono, S.H., didampingi Pasiter Kodim 0402/OKI Kapten Czi Asep Kurnia, meninjau pelaksanaan Gerakan Tanam Perdana (Gertam) Cetak Sawah Rakyat di wilayah Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan lahan hasil program cetak sawah dapat segera dimanfaatkan dan dikelola secara optimal. Kegiatan ini juga dipersiapkan dalam rangka kunjungan langsung Komandan Korem 044/Garuda Dempo (Danrem 044/Gapo) ke lokasi.

Dalam peninjauannya, Gunawan menekankan pentingnya penyesuaian pengaturan dan dukungan operasional berdasarkan luasan lahan yang dikerjakan. Menurutnya, pengelolaan yang tepat diperlukan agar proses pembukaan lahan hingga penanaman dapat berjalan efektif.

“Yang sudah ada secara programnya sudah dibagi, tetapi perlu diefektifkan lagi agar pengolahan lahan yang dilaksanakan dalam kegiatan cetak sawah ini bisa operasional. Harapannya, pengaturan bantuan dapat disesuaikan dengan luasan lahan sehingga pelaksanaan kegiatan lebih optimal,” ujar Gunawan, saat melakukan peninjauan langsung, Jum’at 21 Agustus 2026.

Ia juga mengingatkan masyarakat dan kelompok tani agar lahan yang telah selesai diolah tidak dibiarkan begitu saja. Pengelolaan harus dilakukan secara terorganisasi dengan pembagian kelompok sesuai peruntukan sehingga lahan dapat segera ditanami dan memberikan hasil bagi masyarakat.

“Lahan yang sudah dilaksanakan pengolahan agar benar-benar dimanfaatkan dan diatur dengan baik. Kelompoknya dibagi sesuai peruntukan sehingga lahan ini bisa segera direalisasikan untuk penanaman padi dan tidak menjadi mubazir,” katanya.

Program tersebut mendapat respons positif dari kelompok tani. Cipluk, perwakilan kelompok tani setempat, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah melalui program cetak sawah rakyat yang dinilai membantu masyarakat dalam mengembangkan lahan pertanian.

“Kegiatan ini sangat positif dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya kelompok kami. Kami mengucapkan terima kasih kepada Menteri Pertanian Bapak Amran. Mudah-mudahan ke depan hasil panen kami semakin baik,” ujarnya.

Ia menyebut kebutuhan alat dan sarana produksi masih menjadi perhatian. Saat ini terdapat lima unit alat dan mesin pertanian (alsintan), namun jumlah tersebut dinilai masih perlu ditambah mengingat hamparan lahan yang akan dikelola mencapai sekitar 900 hektare.

“Kalau memungkinkan, kami berharap ada tambahan sekitar tiga unit alsintan lagi karena lahannya cukup luas,” katanya.

Untuk tahap awal, sekitar 40 hektare lahan sedang dalam proses pengolahan dan pencetakan sawah. Kelompok tani juga berharap mendapatkan dukungan benih, pupuk, pestisida serta sarana produksi lainnya. Untuk sementara, sebagian kebutuhan benih masih diperoleh melalui mekanisme pinjaman.

Sementara itu, Camat Pangkalan Lampam Amri Ubaidah mengatakan kegiatan tanam perdana menjadi momentum untuk mempercepat pemanfaatan lahan yang sebelumnya terkendala kondisi cuaca.

“Curah hujan yang tinggi sempat menghambat pekerjaan. Dengan kondisi sekarang dan adanya gerakan tanam ini, mudah-mudahan sawah yang sudah selesai dapat segera dimanfaatkan,” ujarnya.

Menurut Amri, penguatan ketahanan pangan tidak hanya menjadi tugas petugas teknis, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat. Pemerintah kecamatan bersama unsur terkait akan terus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lahan pertanian.

Terkait kebutuhan benih dan pupuk, ia menyatakan persoalan teknis akan dikoordinasikan bersama pihak yang memiliki kewenangan di bidang pertanian agar kebutuhan petani dapat ditangani sesuai ketentuan.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Kapolsek Pangkalan Lampam Suroto. Ia menegaskan kepolisian siap mendukung program nasional, termasuk kegiatan ketahanan pangan, melalui koordinasi bersama TNI dan pemerintah kecamatan.

“Kami kepolisian selalu mendukung program nasional dan senantiasa bekerja sama dengan Danramil maupun pihak kecamatan. Kami turun ke lapangan dan berkoordinasi untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” katanya.

Program cetak sawah rakyat di Sumatera Selatan sendiri merupakan bagian dari upaya memperluas areal tanam dan memperkuat ketahanan pangan. Korem 044/Garuda Dempo pada 2026 kembali memprogramkan kegiatan cetak sawah rakyat di sejumlah kabupaten di Sumsel setelah sebelumnya membantu pembukaan sekitar 6.000 hektare lahan.

Khusus di Kecamatan Pangkalan Lampam, program tersebut telah menjadi perhatian sejak awal tahun. Peninjauan sebelumnya mencakup sejumlah desa, antara lain Keman Baru, Sepang Ulak Pianggu, Ulak Kemang, Ulak Kemang Baru, Deling, Pangkalan Lampam dan Sungai Bungin.

Dengan peninjauan Dandim 0402/OKI tersebut, kesiapan lahan, sarana pendukung, serta pengelolaan kelompok tani diharapkan semakin terarah sehingga cetak sawah tidak berhenti pada pembukaan lahan, tetapi berlanjut hingga produksi padi dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari kesiapan lapangan menjelang kunjungan Danrem 044/Garuda Dempo, dengan harapan program cetak sawah rakyat di Pangkalan Lampam dapat berjalan efektif dan berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan di OKI maupun Sumatera Selatan. (rls/Tim Redaksi PPWI)