Brimob Polda Lampung Sterilisasi Gereja di Bandar Lampung, Pastikan Ibadah Umat Katolik Aman

oleh -191 views

pewarta-se.my.id

LAMPUNG –
Menjelang perayaan Hari Paskah, Satbrimob Polda Lampung menerjunkan dua tim sterilisasi Gegana guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas di sejumlah gereja di Kota Bandar Lampung, Minggu (20/4/2025).

Sebanyak 24 personel dibagi dalam dua tim yang masing-masing terdiri dari 12 anggota. Tim ini melakukan sterilisasi dan pengamanan di empat lokasi peribadatan, yakni Gereja Ratu Damai, GBIP Marturia, Gereja Katedral Kristus Raja, dan Gereja Santo Yohanes.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Brimob untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada umat Katolik yang menjalankan ibadah Paskah. Dalam atensinya, Dansat Brimob Polda Lampung Kombes Pol Yustanto menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel di lapangan.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, sterilisasi dilakukan oleh Tim Penjinak Bom dan Tim Kimia, Biologi, dan Radioaktif (KBR) guna menjamin tidak adanya ancaman mencurigakan di lokasi ibadah.

“Sterilisasi dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan gereja-gereja dalam kondisi aman sebelum digunakan untuk ibadah umat,” kata Kombes Yuni.

Ia menjelaskan, pengamanan dilakukan secara intensif dan humanis untuk menjaga ketenangan para jemaat. Selain patroli, personel Gegana juga berdialog dengan masyarakat untuk menumbuhkan rasa percaya dan aman.

“Pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam operasi ini agar masyarakat tidak merasa khawatir berlebihan terhadap situasi kamtibmas,” tambahnya.

Kabid Humas juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang belum tentu benar.

“Polda Lampung berkomitmen memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh umat beragama yang tengah merayakan hari suci. Kami juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kondusivitas,” ujarnya.

Menurutnya, langkah antisipatif seperti ini akan terus ditingkatkan setiap kali memasuki hari besar keagamaan.

“Dengan sterilisasi dan pengamanan ini, kami ingin meniadakan ruang gerak bagi oknum yang ingin mengganggu ketertiban. Tujuannya jelas: umat dapat beribadah dengan khidmat dan tanpa rasa takut,” tegas Kombes Yuni.

Pelaksanaan sterilisasi berlangsung lancar dan tidak ditemukan benda mencurigakan di seluruh titik yang menjadi sasaran pengamanan. Jemaat pun menyambut baik kehadiran aparat dengan respons positif dan penuh rasa syukur.
(Fikri)

Menurut sumber yang minta identitas nya di rahasiakan, perkenalan antara Fh dan Dw ini bermula pada saat Dw menjadi instruktur senam di salah satu Dinas di Pemkab Lamtim, saat itu Fh terkesan melihat penampilan Dw, melalui seorang teman, Fh mendapatkan nomor WhatsApp Dw, sejak itu komunikasi antara keduanya mulai terjadi.

Hubungan keduanya semakin berlanjut dan intens saat kampanye Pemilihan Kepala Daerah ( PILKADA) Lamtim tahun 2024 lalu. dimana Dw menjadi salah satu Tim sukses ( instruktur senam) pasangan Dawam Rahardjo – Ketut Erawan, dan Fh, Bendahara PWI ini juga menjadi salah satu pendukung pasangan yang sama.

Perbuatan Fh ini tergolong sangat kejam, karena Fh juga berteman baik dengan Ar suami dari Dw, bahkan beberapa kesempatan menuju lokasi kampanye, Fh yang menjadi sopir bagi Dw dan Ar, bahkan saat kampanye di pasir sakti , Fh mengisi bahan bakar minyak (BBM) mobil Ar hingga penuh, dan saat itu Ar tidak menyadari apa yang sesungguhnya di inginkan oleh Fh ini.

Lalu apa tindakan yang di ambil oleh Ar, setelah mengetahui istrinya di ambil Fh? Saat di hubungi melalui pesan WhatsApp, Ar tidak banyak bicara, ia hanya menjawab itu sudah menjadi bagian masa lalu bagi saya.

Lalu kemana Am istri dari Bendahara PWI Lamtim saat ini? Ternyata sejak Fh mulai merajut hubungan asmara yang lebih serius bersama Dw, Am dan kedua anak perempuan nya yang masih Balita, memang sudah di kembalikan oleh Fh ke rumah orang tua Amel di Kabupaten Pesawaran, Fh beralasan sudah capek hidup berumah tangga dengan Am.

dan menurut salah satu sahabat Am, di kepengurusan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Lamtim, saat ini, Am sudah bekerja di jakarta dan kedua anak perempuan nya, di asuh oleh kakek dan nenek nya di kampung.

Hingga berita ini diterbitkan FH belum dapat dihubungi namun tim kami tetap berupaya untuk mendapatkan klarifikasinya.
(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *