Transformasi Digital Jadi Kunci Peningkatan Mutu Pembelajaran, SMPN 1 Indralaya Selatan Terapkan Manajemen Berkelanjutan

oleh -5 views

Ogan Ilir

Transformasi digital dalam dunia pendidikan terus menjadi fokus pemerintah untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan tata kelola sekolah yang lebih efektif. Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, SMP Negeri 1 Indralaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, mulai menerapkan manajemen berkelanjutan berbasis digital sebagai upaya meningkatkan kualitas sistem pembelajaran.

Hal itu terungkap dalam sebuah penelitian berjudul Transformasi Manajemen Berkelanjutan Berbasis Digital dalam Peningkatan Sistem Pembelajaran di SMP Negeri 1 Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir yang dilakukan oleh Reni Januarti. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan sepuluh partisipan yang terdiri atas wakil kepala sekolah, guru, tenaga administrasi, dan komite sekolah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah mengadopsi berbagai teknologi digital dalam kegiatan belajar mengajar maupun administrasi, di antaranya penggunaan Google Classroom, platform pembelajaran daring, aplikasi e-Rapor, sistem administrasi berbasis cloud, serta media komunikasi digital.

Namun demikian, implementasi digitalisasi tersebut masih bersifat parsial dan belum sepenuhnya terintegrasi dalam kebijakan manajemen sekolah jangka panjang.

Penelitian mengungkapkan bahwa sejumlah kendala masih dihadapi sekolah, mulai dari keterbatasan infrastruktur teknologi, belum meratanya kompetensi digital guru, hingga belum tersusunnya standar operasional prosedur (SOP) yang mengatur penerapan sistem digital secara menyeluruh.

Salah seorang guru dalam penelitian mengungkapkan bahwa sebagian tenaga pendidik masih mengombinasikan penggunaan Google Classroom dengan aplikasi perpesanan maupun pencatatan manual karena belum seluruhnya merasa nyaman menggunakan platform digital.

Sementara itu, tenaga administrasi juga mengakui masih terjadi tumpang tindih pengelolaan data akibat penggunaan beberapa aplikasi yang belum saling terintegrasi.

Meski demikian, penelitian mencatat transformasi digital telah memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran. Pemanfaatan video pembelajaran, kuis daring, dan media digital lainnya dinilai mampu meningkatkan partisipasi siswa, memperkaya metode pembelajaran, sekaligus mempermudah guru dalam melakukan evaluasi hasil belajar.

Temuan tersebut sejalan dengan berbagai kebijakan nasional mengenai digitalisasi pendidikan. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan terus mendorong pemanfaatan teknologi informasi di sekolah melalui berbagai program, seperti Platform Merdeka Mengajar, digitalisasi administrasi pendidikan, penguatan kompetensi digital guru, hingga pengembangan ekosistem pembelajaran berbasis teknologi.

Berbagai kajian juga menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat teknologi, tetapi juga membutuhkan kepemimpinan sekolah yang adaptif, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, budaya organisasi yang mendukung inovasi, serta investasi berkelanjutan pada infrastruktur digital.

Penelitian tersebut merekomendasikan agar SMP Negeri 1 Indralaya Selatan memperkuat pelatihan literasi digital bagi guru dan tenaga kependidikan, menyusun kebijakan internal yang terintegrasi, memperkuat jaringan internet dan sarana pendukung, serta membangun komunitas belajar digital antarguru sebagai wadah berbagi praktik baik.

Langkah tersebut dinilai penting agar transformasi digital tidak berhenti pada penggunaan aplikasi semata, melainkan menjadi bagian dari sistem manajemen sekolah yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi sekolah-sekolah lain, khususnya di daerah, dalam mengembangkan tata kelola pendidikan berbasis digital yang adaptif, efektif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran. (rls/Tim Redaksi Pewarta)