KAYUAGUNG
Dugaan praktik pungutan liar (pungli) di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kayuagung yang telah diberitakan beberapa pekan lalu ternyata masih berlangsung tanpa adanya perbaikan. Kondisi ini membuat masyarakat meminta agar Aparat Penegak Hukum (APH) segera mengambil tindakan tegas dan jangan terkesan menutup mata terhadap permasalahan yang terjadi.
Beberapa bentuk dugaan pungli yang dilaporkan antara lain iuran mingguan yang disebut sebagai kas Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dengan nama kontribusi sukarela, serta kegiatan Rohis (Rohani Islam) setiap hari Kamis yang juga dikemas sebagai sumbangan sukarela namun diduga bersifat wajib bagi para siswa.
Meski telah melalui proses pemberitaan dan diharapkan akan mendapatkan perhatian dari pihak terkait, kondisi di SMAN 1 Kayuagung tetap tidak menunjukkan perubahan apapun. Praktik yang dianggap sebagai pungli tersebut masih berjalan seperti sedia kala, tanpa ada klarifikasi maupun tindakan korektif dari pihak sekolah.
Upaya untuk mengkonfirmasi kondisi ini kepada Kepala Sekolah SMAN 1 Kayuagung juga menemui hambatan. Pihak kepala sekolah terkesan sulit dijumpai dan tidak dapat dihubungi melalui berbagai jalur komunikasi yang ada.
Masyarakat berharap agar pihak APH serta dinas pendidikan terkait segera melakukan penyelidikan mendalam terhadap dugaan pungli ini. (Jul PPWI OKI/Tim Redaksi)
Referensi: https://mediaviral.net/dugaan-pungli-di-sman-1-kayuagung-siswa-dibebani-iuran-mingguan-dan-pembelian-buku/






