OKI
Kehadiran Jembatan Gantung Garuda sepanjang 120 meter di Desa Kuala 12, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mendapat sambutan penuh syukur dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga pendidik, hingga masyarakat setempat.
Jembatan yang menghubungkan tiga dusun tersebut dinilai membawa perubahan besar bagi mobilitas warga, terutama anak-anak sekolah yang sebelumnya harus menyeberangi sungai menggunakan perahu, bahkan dengan cara sederhana menggunakan styrofoam.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto yang melalui dukungan TNI menghadirkan akses penghubung bagi masyarakat di wilayah tersebut. Pembangunan jembatan ini menjadi bagian dari program Jembatan Garuda yang dikerjakan secara kolaboratif untuk membuka akses masyarakat di berbagai daerah yang selama ini terkendala sungai dan kondisi geografis.
Camat Tulung Selapan, Ricat, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo dan Pemerintah Kabupaten OKI yang telah membantu menghadirkan jembatan tersebut melalui jajaran TNI.
“Atas nama masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden, Pemerintah Kabupaten, dan Bapak TNI yang sudah membuat jembatan ini. Masyarakat kami sekarang tidak lagi susah menyeberangi sungai,” ujar Ricat.
Menurutnya, manfaat jembatan tidak hanya dirasakan warga dalam aktivitas sehari-hari, tetapi juga sangat membantu anak-anak sekolah. Sebelumnya, mereka harus menyeberangi sungai menggunakan perahu untuk menuju sekolah.
“Termasuk anak-anak sekolah, sekarang mereka tidak lagi kesulitan untuk bersekolah karena sudah ada jembatan,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Kuala 12, Doris Putra. Ia menyebut keberadaan jembatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat karena menjadi akses utama untuk mendukung aktivitas dan mobilitas warga.
“Saya mewakili masyarakat mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo yang telah memberikan kami jembatan gantung. Jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama untuk anak-anak sekolah,” ujar Doris.
Anak Sekolah Tak Lagi Menyeberang Sungai
Kepala SDN 12, Hj. Hawisa, mengatakan kehadiran jembatan membuat akses menuju sekolah jauh lebih mudah dan aman. Para siswa tidak lagi harus menghadapi rintangan sungai dalam perjalanan menuju tempat belajar.
“Dengan adanya jembatan gantung, anak-anak ke sekolah tidak ada rintangan lagi. Mereka tidak harus menyeberang sungai. Alhamdulillah, terima kasih,” tuturnya.
Ia berharap pembangunan tersebut menjadi awal dari semakin banyaknya perhatian terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses.
Program pembangunan jembatan gantung secara nasional memang diarahkan untuk memperkuat konektivitas masyarakat hingga wilayah terpencil. Pemerintah menargetkan 2.500 jembatan gantung selesai pada Agustus 2026 dan terus mempercepat pembangunan hingga mencapai 5.000 jembatan pada akhir 2026. Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama pemerintah, TNI Angkatan Darat, dan masyarakat.
Kehadiran jembatan juga diharapkan memberikan dampak berantai terhadap pendidikan, pelayanan publik, mobilitas warga, serta kegiatan ekonomi. Infrastruktur semacam ini menjadi penting bagi masyarakat yang sebelumnya terpisahkan oleh sungai dan medan yang sulit dilalui.
Danrem: Negara Hadir untuk Rakyat
Danrem 044/Garuda Dempo (Gapo) Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M., didampingi Dandim 0402 Letkol Inf Gunawan Wibisono, S.H., turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Program tersebut mengusung semangat “Negara Hadir untuk Rakyat”, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian pembangunan Jembatan Garuda dan program penyediaan air bersih di berbagai wilayah Indonesia.
Kehadiran TNI dalam pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari upaya membantu mengatasi kesulitan masyarakat. Dalam pelaksanaan program Jembatan Garuda di berbagai daerah, TNI AD juga melibatkan masyarakat setempat agar pembangunan dapat segera memberikan manfaat.
Danrem 044/Gapo menekankan pentingnya manfaat pembangunan yang langsung dirasakan masyarakat. Sementara itu, Dandim 0402 Letkol Inf Gunawan Wibisono menjelaskan bahwa Jembatan Kuala 12 merupakan salah satu dari tujuh jembatan yang dikerjakan di wilayahnya, terdiri atas jembatan perintis dan jembatan beton.
Hubungkan Tiga Dusun, Layani Sekitar 1.100 Warga
Gunawan mengatakan Jembatan Kuala 12 memiliki panjang sekitar 120 meter dan menghubungkan tiga dusun. Pembangunan tersebut diperkirakan memberikan manfaat kepada sekitar 110 kepala keluarga atau sekitar 1.100 jiwa.
“Semoga jembatan sepanjang 120 meter ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,” kata Gunawan.
Ia menuturkan, sebelum jembatan dibangun, anak-anak di wilayah tersebut harus menggunakan styrofoam untuk membantu menyeberangi sungai ketika menuju sekolah. Dengan adanya jembatan, akses pendidikan menjadi lebih mudah dan mobilitas masyarakat dapat berlangsung tanpa harus bergantung pada transportasi air.
Selain pendidikan, jembatan tersebut diharapkan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat karena memperpendek dan mempermudah akses antarwilayah.
Gunawan juga mengingatkan masyarakat agar menjaga dan merawat fasilitas tersebut sehingga masa manfaatnya dapat berlangsung lebih lama.
“Dengan bantuan pembangunan jembatan ini, semoga bisa bermanfaat dan terus dirawat. Apabila dirawat dengan baik, pemanfaatannya bisa lebih lama dan sangat bermanfaat bagi masyarakat ke depannya,” ujarnya.
Warga Tak Lagi Keluar Biaya Menyeberang
Manfaat jembatan juga dirasakan langsung masyarakat. Hendri, salah seorang warga, mengatakan selama ini warga harus menggunakan perahu ketika hendak menyeberangi sungai.
“Selama ini kami menyeberang melalui perahu. Sekarang bisa berjalan kaki tanpa mengeluarkan biaya,” kata Hendri.
Menurutnya, jembatan juga memberikan manfaat sosial bagi warga. Di sekitar ujung jembatan terdapat lapangan serbaguna yang menjadi tempat masyarakat beraktivitas pada sore hari.
“Kalau sore kami bisa bermain voli atau futsal. Anak-anak juga terbantu karena tidak perlu lagi menggunakan kendaraan air untuk sampai ke lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, Leon, salah seorang murid sekolah, mengaku senang dengan adanya jembatan tersebut. Ia kini dapat pergi dan pulang sekolah dengan lebih mudah tanpa harus menyeberangi sungai menggunakan perahu.
Bagi masyarakat Kuala 12, jembatan itu bukan sekadar infrastruktur penghubung dua sisi sungai. Kehadirannya menjadi akses baru menuju sekolah, tempat bekerja, fasilitas umum, ruang aktivitas masyarakat, sekaligus membuka peluang ekonomi yang sebelumnya terkendala oleh keterbatasan transportasi.
Pembangunan Jembatan Garuda di berbagai daerah sebelumnya juga telah diarahkan untuk mengatasi persoalan akses masyarakat, khususnya wilayah yang terpisahkan sungai. Peluncuran program tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat konektivitas sekaligus menghadirkan akses yang lebih aman bagi warga. (rls/Tim Redaksi PPWI)






